Sabtu, 15 Oktober 2011

Risih saat hendak buang hajat

Calon jamaah haji (calhaj) mengaku risih saat hendak buang hajat di toilet Asrama Haji Sudiang Makassar. Pintu toilet di salah satu kamar rusak, tidak bisa tertutup. Kondisi ini membuat jamaah kesulitan saat akan menggunakan fasilitas utama di asrama yang terletak di Kecamatan Biringkanaya ini. Nuraeni Ardinal, jamaah asal Sorowako, Luwu Timur, mengaku kesulitan jika ingin mandi atau buang hajat di toilet satu-satunya di kamar ini. Pasalnya, pintu toilet tidak bisa terkunci. Calhaj yang termasuk kloter 16 ini khawatir jika sedang mandi, pintu tiba-tiba terbuka.

“Kalau mau mandi, pintunya tidak bisa terkunci,” kata calhaj yang diinapkan di Wisma 13. Dia berharap kamar yang dihuni sampai lima orang ini bisa segera diperbaiki.Pengelola asrama diminta lebih sering memeriksakan kondisi kamar, terutama fasilitas toilet. “Dicek mana yang harus dibenahi. Tiap tahun asrama ini kan dipakai. Semakin nyaman, semakin bagus beribadah juga,” kata dia. Selain pintu yang tidak berfungsi baik, air juga tidak lancar. Kondisi semakin diperparah karena ada enam orang yang menghuni kamar tersebut.“ Kadang-kadang air hanya menetes,” kata Kurnia, calhaj yang juga diinapkan di kamar ini.

Sementara itu, Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel Tonang mengatakan, telah mendapatkan informasi terkait keluhan calhaj tersebut. Dia mengatakan, segera memperbaiki pintu toilet yang rusak tersebut. “Setiap ada keluhan yang masuk, kami langsung ditindaklanjuti,” ujar dia. Terkait keluhan air, dia mengatakan bahwa setiap blok di asrama dilengkapi satu bak penampungan besar. “Kemungkinanairdipenampunganhabis. Seharusnya kran air ditutup setelah digunakan,”ujarnya.
READ MORE ~>> Risih saat hendak buang hajat

Kamis, 13 Oktober 2011

Seni dari kepemimpinan adalah berkata tidak

Seni dari kepemimpinan adalah berkata tidak, bukan berkata ya. Berkata ya itu sangatlah mudah. Jika SBY yang tak akan maju lagi sebagai presiden karena sudah menjabat dua kali masih takut bilang tidak kepada parpol, ia hanya akan menjadi mantan presiden yang rapuh.

Isu perombakan kabinet sudah semakin menggelikan sekaligus menyebalkan. Secara emosional, partai-partai politik koalisi maupun pihak Istana tampak tercekam oleh ketakutan.

Secara moral, kegaduhan yang timbul hanya memuncratkan syahwat kekuasaan. Jauh dari keteladanan Khalifah Abubakar, Umar bin Khattab, apalagi Umar bin Abdul Aziz, yang begitu merunduk, gemetar, dan menangis tatkala mendapatkan (bukan meminta) jabatan.

Secara etika politik, selain menunjukkan ”kecabulan”, juga memamerkan ketamakan tak bermalu akan kekuasaan. Mereka tak peduli pada penilaian masyarakat maupun unit kerja presiden yang menyebutkan mutu kinerja para menteri hasilnya kurang dari 50 persen.

Turnamen catur

Secara strategis, isu penggantian para menteri itu juga jadi sebuah ”permainan catur” menuju turnamen babak final pada Pemilu 2014. Bukan soal siapa dapat apa atau sekadar langkah pertukaran bidak, melainkan, terutama, menyangkut dana yang harus segera dijarah dari pundi- pundi negara maupun para pengusaha yang sudah atau dijanjikan tendernya akan dimenangkan.

Isu perombakan kabinet ini tampaknya juga bisa dibaca sebagai sebuah kocok ulang (atau perangkap?) untuk berbagi kesempatan korupsi di antara partai pendukung rezim SBY setelah Partai Demokrat yang berkuasa babak belur oleh skandal korupsi akhir-akhir ini.

Klaim bahwa perombakan kabinet untuk perbaikan kinerja pemerintah adalah ilusi belaka. Sisa masa kerja kabinet, efektif hanya tinggal belasan bulan. Para menteri, baik yang baru maupun lama yang dari parpol, tentu harus segera bekerja bagi pemenangan partainya di pemilu. Untuk itu, mereka takkan mau repot-repot menyukseskan pemerintahan SBY/Demokrat, malah kalau bisa membusukkannya. Jadi, jika SBY yang tak akan maju lagi sebagai presiden karena sudah menjabat dua kali masih takut bilang ”tidak” kepada parpol, ia hanya akan menjadi mantan presiden yang rapuh.
READ MORE ~>> Seni dari kepemimpinan adalah berkata tidak

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum memiliki agenda pemanggilan calon menteri di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jumat (14/10/2011). Namun, Presiden dan para staf khusus presiden akan berkantor di Cikeas.

"Hingga shalat Jumat, Presiden belum memiliki agenda pemanggilan calon menteri. Namun, selepas shalat Jumat, Presiden bisa saja memanggil calon menteri," kata Julian ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (13/10/2011) malam.

Sepanjang Kamis ini, Presiden telah menunjuk tiga calon wakil menteri. Ketiganya adalah diplomat senior Wardana sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Ali Gufron sebagai Wakil Menteri Kesehatan, dan Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar diangkat sebagai Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.

Wardana menggantikan Wakil Menlu Triyono Wibowo. Selain itu, Presiden juga melakukan komunikasi politik dengan pimpinan partai politik anggota koalisi pendukung pemerintah di kediamannya. Turut hadir pada pertemuan tersebut Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

Pertemuan itu juga dihadiri pemimpin partai politik koalisi pendukung pemerintah, yakni Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthie Hasan Ishaaq, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Alie. Presiden mengatakan, proses reshuffle atau perombakan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II akan terus berlanjut hingga akhir pekan.

"Pekerjaan saya masih berlanjut satu, dua, tiga empat hari mendatang. Manakala ada kabinet yang harus mengalami pergantian, saya akan lakukan konsultasi itu," kata Presiden. Presiden menambahkan bahwa dirinya akan berkomunikasi langsung dengan pimpinan parpol jika hendak mencopot menteri yang berasal dari unsur parpol. Demikian catatan online blog Kerja Keras yang berjudul Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.
READ MORE ~>> Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha

Jumat, 07 Oktober 2011

Bart Nordberg

Dalam sebuah interview, Bart Nordberg, Chief Executive Office Sony Ericsson saat ini menyesalkan perusahaannya yang mengabaikan Apple saat perusahaan yang didirikan Steve Jobs tersebut pertamakali memperkenalkan iPhone pada tahun 2007 lalu.

“Akan lebih baik jika kami menganggapi kehadiran iPhone dengan lebih serius,” kata Nordberg yang ketika itu bukan merupakan CEO dari Sony Ericsson. Seperti diketahui, mereka sempat jadi pemain utama di industri ponsel dan smartphone namun kini tersingkir dari 5 besar di dua segmen itu.

Meski demikian, seperti dikutip dari Engadget, 6 Oktober 2011, saat ini ia yakin bahwa keputusan perusahaan untuk berkomitmen terhadap Android merupakan keputusan yang tepat.“Strategi Android kami sejauh ini berhasil, dan merupakan langkah terbaik yang pernah kami buat,” kata Nordberg.

Nordberg menyebutkan, ia menolak bergabung dengan kompetitornya seperti HTC, Samsung, dan LG yang juga mendukung Windows Phone. Sama seperti Motorola, Sony Ericsson merupakan salah satu dari sedikit produsen yang hanya fokus di Android. Alasannya, kata Nordberg, Windows Phone saat ini masih inferior dibanding sistem operasi lain

“Saat ini kami tidak merasa nyaman berinvestasi pada platform yang belum tentu sama baik dengan yang kini kami gunakan. Untuk itu, kami tetap hanya berhubungan dengan Android,” kata Nordberg. “Meski demikian, kami tetap penasaran dengan perkembangan Windows Phone,” ucapnya.

Ke depan, Sony Ericsson juga berencana untuk meningkatkan kehadiran mereka di Amerika Serikat. Sebagai informasi, sama seperti Nokia, selama bertahun-tahun Sony Ericsson hanya fokus di pasar Eropa dengan asumsi bahwa kawasan itu akan terus menjadi pusat industri smartphone.

Setelah kehadiran Apple, dan kemudian diikuti oleh Google, industri berubah dan memaksa Sony Ericsson mengambil langkah untuk seriusi pasar di negeri tersebut.
READ MORE ~>> Bart Nordberg

Dua negara maju dunia

Dua negara maju dunia, Amerika Serikat dan Rusia, untuk pertama kalinya akan menghadiri Konferensi Asia Timur (East Asia Summit/EAS) di Bali bulan depan. Keikutsertaan dua negara ini adalah bukti bertambahnya kepentingan AS di Asia timur dan tenggara.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene, Jumat 7 Oktober 2011. Dia mengatakan, bahwa EAS saat ini menjadi forum yang penting dalam konteks arsitektur kawasan di Asia. AS dan Rusia memutuskan bergabung karena melihat kepentingan yang besar di kawasan ini.

"EAS sudah berkembang menjadi forum yang penting dalam konteks arsitektur kawasan di Asia timur dan tenggara. Karena itu, baik AS dan rusia punya kepentingan yang cukup besar. Begitu pula sebaliknya," kata Tene.

Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev dijadwalkan mengikuti EAS yang akan diselenggarakan pada 19 November mendatang. EAS kali ini adalah yang keenam kalinya diadakan sejak tahun 2005.

EAS tahun lalu yang diikuti oleh 10 negara ASEAN, China, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru dan India sepakat untuk menyertakan AS dan Rusia dalam pertemuan tahun ini.

"Pada pertemuan nanti isu yang dibahas adalah kepentingan bersama tingkat kepala negara, isu-isu global, isu-isu kawasan, maupun berbagai kegiatan konkrit yang berkembang dari forum tersebut," kata Tene.

Selain pada pertemuan EAS, Obama juga dijadwalkan bertemu dengan para kepala negara ASEAN di konferensi ASEAN-AS yang digelar pada 18 November mendatang. Ini adalah konferensi ketiga setelah sebelumnya pada tahun lalu digelar di AS.
READ MORE ~>> Dua negara maju dunia

Kamis, 06 Oktober 2011

Berkantor di kediamannya di Puri Cikeas Indah

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis berkantor di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor, dan belum dijadwalkan untuk datang ke Istana Negara, Jakarta. Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Bina Graha, Jakarta, Kamis, mengatakan meski Kepala Negara berada di rumahnya namun tetap menjalankan aktivitas pemerintahan.

Presiden tetap menjalankan kegiatan pemerintahan. Ada beberapa hal yang dikerjakan dan kemungkinan akan ada pemanggilan menteri-menteri yang terkait," ujarnya. Julian tidak bisa memastikan siapa saja menteri yang akan dipanggil oleh Presiden Yudhoyono ke kediamannya.

Julian juga tidak bisa memastikan apakah pemanggilan menteri-menteri itu berkaitan dengan rencana perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II yang akan dilakukan oleh Presiden Yudhoyono. Saya memastikan sampai saat ini belum ada pemanggilan menteri-menteri terkait isu `reshuffle`," ujarnya.
READ MORE ~>> Berkantor di kediamannya di Puri Cikeas Indah