Minggu, 23 Januari 2011

Hulu Minyak dan Gas Bumi

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyatakan kebakaran tangki minyak yang diperasikan PT Medco E&P di Kabupaten Pelalawan, Riau diduga akibat kelalaian dalam pengerjaan pengelasan pipa.

"Dugaan awal kebakaran akibat adanya pengerjaan pengelasan pada line empat dengan jarak 10 meter dari tangki I, dan hal ini akan kami klafirikasi," kata Kepala BP Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara, Baris Sitorus, Minggu (23/1/2011).

Satu unit tangki yang berisi minyak mentah PT Medco di Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, terbakar yang diawali dengan ledakan pada Sabtu lalu.

Tangki minyak tersebut berada di Unit Bisnis Pertamina EP Lirik, yang diperasikan Medco di daerah Ukui, Pelalawan.

Menurut laporan yang diterima BP Migas, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 12.00 WIB.

Insiden tersebut menimbulkan kobaran api dan asap hitam mengepul tinggi ke udara hingga dapat terlihat jelas dari Jalan Lintas Timur Sumatera yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Regu pemadam kebakaran dari perusahaan berhasil memadamkan api sekitar pukul 14.00 WIB sehingga api tak merambat ke empat tangki minyak lainnya.

Baris menyatakan tidak ada korban jiwa dan pencemaran lingkungan akibat insiden itu. "Tidak ada korban jiwa serta tidak terjadi tumpahan minyak di lingkungan," katanya.

Meski begitu, pihaknya belum menerima laporan kerugian dari perusahaan akibat kebakaran itu. Tangki yang terbakar dikabarkan bisa menampung minyak hingga 10.000 barrel.

Sesuai prosedur, tempat kejadian akan diamankan dan operator wajib membuat laporan resmi ke BP Migas dan Ditjen Migas Kementerian ESDM.

"Nantinya akan dievaluasi untuk menentukan investigasi oleh Ditjen Migas dan BP Migas dari Jakarta," ujarnya. Demikian catatan online Type Approval Partnetship tentang Hulu Minyak dan Gas Bumi.
READ MORE ~>> Hulu Minyak dan Gas Bumi

Jumat, 21 Januari 2011

Bambang Soesatyo menepis isu

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR Bambang Soesatyo menepis isu bahwa partainya menyerang Satgas Antimafia Hukum sebagai balasan atas serangan Satgas terhadap Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.

Bambang menilai sikap keras Golkar selama ini tidak lepas dari kinerja Satgas yang sudah keluar dari rel penegakan hukum. Menurut Bambang, Satgas sudah tidak lagi sepenuh hati menyelesaikan kasus mafia hukum, melainkan memiliki kepentingan lain.

“Ini bukan soal Ical (Aburizal Bakrie) atau siapa, Tapi Satgas sudah jelas-jelas mempermainkan kasus Gayus,” ujar anggota Komisi III ini saat berbicang dengan wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (22/1/2011).

Bambang membeberkan kejanggalan-kejanggalan Satgas dalam mengungkap kasus Gayus.

“Patut enggak seorang Denny (Sekretaris Satgas), sebagai perpanjangan tangan Presiden, menemui tersangka di Singapura. Ini kan enggak patut. Memang, tidak ada kode etik yang melarang menemui Gayus, tetapi tetap tidak patut, tidak layak, tidak etis. Dapat menimbulkan fitnah,” jelas Bambang.

Dia juga menegaskan, pertemuan Satgas dengan Gayus di Singapura pada tahun lalu merupakan rekayasa dan bukan kebetulan. “Sekarang yang menjadi pertanyaan, hari kerja ngapain dia di sana (Singapura)? Kalau sama anak istri mungkin masih bisa dipercaya. Ini kan namanya janjian. Tidak mungkin kebetulan tiba-tiba bertemu Gayus. Rakyat sudah tidak bisa dibohongi,” cetusnya.

Dia juga menyebut perilaku Satgas yang tidak etis, termasuk menghubungi istri Gayus dan melakukan intimidasi.

“Terus mengarahkan tersangka (Gayus) mengucapkan kejahatan yang tidak dia lakukan. Mengiming-imingi dan menjanjikan perlindungan dan kenyamanan kepada tersangka dan melakukan kebohongan publik. Pada jumpa pers dia pernah bilang Satgas mempertimbangkan saran untuk penasihat hukum Adnan Buyung, Taufik Basari, dan lainnya. Tapi kemudian mereka (Satgas) bilang tidak ada nama Buyung. Mereka itu berbohong,” bebernya.

Bambang menegaskan apa yang disuarakan partainya tidak terkait dengan sikap antipati kepada seorang Denny, namun penilaian kepada kinerja Satgas secara keseluruhan.

“Ini tidak sama bukan serangan balik. Kami tidak menyerang. Faktanya memang kelakuan Satgas seperti itu,” tegasnya. Demikian catatan online Type Approval Partnership tentang Bambang Soesatyo menepis isu.
READ MORE ~>> Bambang Soesatyo menepis isu