Jumat, 27 Juli 2012

Target Wisatawan Mancanegara

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif masih optimistis target wisatawan mancanegara sebanyak 8 juta orang tercapai tahun ini. Demikian juga target US$9 miliar devisa dari kunjungan wisatawan asing itu. Pertumbuhan wisman (wisatawan mancanegara) yang tetap di atas pertumbuhan perekonomian global adalah berita baik," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dalam keterangan tertulis yang diterima media di Jakarta, Selasa 3 Juli 2012.

Target Wisatawan Mancanegara Berdasarkan data Badan Pusat Statistik serta Pusat Data dan Informasi Kemenparekraf, hingga Mei 2012, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 3,18 juta wisatawan. Jumlah ini naik 8,81 persen dibanding periode sama tahun lalu. Realisasi jumlah wisman Januari-Mei tersebut juga di atas target 3,16 juta wisman.

Data Mei 2012 menyatakan wisman yang datang mencapai 650,88 ribu orang atau naik 8,45 persen dibandingkan bulan lalu 626,1 ribu wisman. Bandara Ngurah Rai, Bali, masih menjadi gerbang utama kedatangan wisman dengan jumlah 220,5 ribu wisman.

Secara kumulatif, Januari hingga Mei 2012, wisman yang masuk melalui bandara tersebut mencapai 1,12 juta orang, atau tumbuh 5,6 persen. Sementara itu, pintu masuk kedua, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, sebanyak 185,93 ribu wisman atau tumbuh 23,62 persen.

Pintu masuk lain yang juga tercatat tumbuh tinggi pada Mei 2012 adalah Bandara Husein Sastranegara, Bandung sebanyak 12,59 ribu wisman atau naik 34,05 persen. Selanjutnya, Bandara Adi Sumarmo, Solo, sebanyak 3,32 ribu wisman atau meningkat 30,8 persen.

Untuk negara asal wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui 19 pintu masuk utama pada Mei 2012, terbanyak berasal dari Malaysia (108,17 ribu orang), Singapura (99,67 ribu), Australia (71,64 ribu), China (43,45 ribu), dan Jepang (30,79 ribu).

Setelah mengalami pertumbuhan rendah dan bahkan menurun, jumlah wisman Jepang yang berkunjung ke Indonesia mulai positif sejak Maret 2012. Pada Mei 2012, pertumbuhannya mencapai 12,01 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini kemungkinan terkait dengan mulai dibukanya penerbangan Garuda Indonesia dengan rute Haneda-Denpasar sejak 27 April 2012, serta sudah mulai pulihnya perekonomian Jepang dari dampak tsunami.

"Penerbangan langsung terbukti menjadi faktor penting untuk menggenjot jumlah wisman," ujar Mari Pangestu. Hasil analisis Direktorat Pengembangan Pasar Kemenparekraf juga mengonfirmasikan kenaikan jumlah wisman dengan penerbangan langsung. Kenaikan di pintu masuk Soekarno-Hatta karena adanya tambahan seats penerbangan langsung dari Malaysia sebanyak 268,58 ribu seats.

Selain Garuda Indonesia, tambahan seat juga disumbangkan oleh maskapai Malaysian Airlines, Jet Star, dan Qantas. Secara kumulatif pada periode Januari-Mei 2012, asal kebangsaan wisman yang berkunjung ke Indonesia dibanding periode sama 2011 secara umum pertumbuhannya positif.

Kontribusi wisman lima terbanyak berasal dari Singapura (478,68 ribu orang), Malaysia (459,58 ribu), Australia (342,16 ribu), China (264,71 ribu), dan Jepang (166,77 ribu). Kontribusi kelima negara tersebut terhadap total kunjungan wisman pada 19 pintu masuk utama mencapai 57,35 persen.
READ MORE ~>> Target Wisatawan Mancanegara

Selasa, 03 Juli 2012

OraQuick Alat Tes HIV

Apabila Anda malu melakukan tes HIV, kini ada solusinya agar pengujian bisa lebih pribadi. Perangkat tes OraQuick mengecek air liur dengan alat yang dimasukkan dalam mulut untuk mengetes HIV. Hasilnya bisa diketahui hanya dalam 20 hingga 40 menit. Kemudahan ini seperti alat pengetes kehamilan yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

Pemerintah Amerika Serikat memperkirakan 1,2 juta orang di AS positif terkena HIV. Tapi, ada 20 persen orang yang tidak mengetahuinya. Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) mengatakan mereka berharap alat ini dapat menjangkau orang yang tidak melakukan tes. Alat ini direncanakan akan dijual di 30.000 toko obat, toko peralatan rumah tangga, dan online.

Produsennya, OraSure belum mengatakan harga jual alat ini. Tapi, mereka mengatakan harganya akan kurang dari US$60 (Rp580 ribuan). Kami berharap semua toko ritel besar akan menjual produk ini," ujar Pemimpin Eksekutif, Douglas Michels seperti dilansir dari BBC.

Michels menambahkan, perusahaannya merencanakan upaya besar-besaran untuk memasarkan alat tes ini. Perangkat tes HIV ini akan dijual di AS hanya dalam hitungan bulan. Pemerintah sudah menyetujui penjualannya.

Persetujuan pemerintah menuai pujian dari aktivis HIV/AIDS. Alat tes ini akan memungkinkan semua orang memberdayakan dirinya untuk mau mengetahui status HIV kapan saja, bagaimana, dan dengan siapa saja yang mereka mau," ujar pendiri Who's Positive, Tom Donohue.

FDA memberikan peringatan dalam pengumumannya. Akurasi alat ini tidak dijamin 100 persen. Pihak FDA menekankan perlu tes tambahan yang dilakukan pihak medis profesional untuk mengonfirmasi hasilnya.
READ MORE ~>> OraQuick Alat Tes HIV